Sabtu, 20 Oktober 2012

Kesabaranku Diuji ~WK~

mengajar yuk,mengajar...:D
adalah suatu kegiatan yang sering aku lakukan pada hari sabtu, disela-sela aku dan teamku yang lain tidak kuliah atau tidak sedang mengikuti organisasi lain..:D


Adapun sekolah yang aku ajari adalah sebuah sekolah SD di sekitar kampusku,terdiri dari dua sekolah dan di bagi oleh beberapa mata pelajaran,dan saya mendapat mata pelajaran matematika, karena hobiku yang senang berhitung..#sombong..:D

awalnya aku masuk lewat jalur interview agar dapat mengajar di SD tersebut, dan itu juga season 2..alhmdulilahnya aku pun masuk.. hari pertama aku mengajar itu di SD A(maaf aku gak mau menyebutkan nama sekolahnya) aku tak menyangka, SD yang aku datangin seperti itu, sontak aku ingin mengatakan sebeginikah pendidikan di Indonesia??? dengan tempat, guru, serta murid yang seperti ini??
tapi aku kembali lagi pada diriku sendiri, "kamu emang bisa apa nan???" tapi terkadang aku memikirkan lagi "siapa lagi yang bisa merubah ini semua selain kita pemuda-pemuda bangsa".

aku akui, aku bukan orang yang pintar, aku bukan orang yang paling benar, dan bukan orang yang paling hebat. tapi please ini sebuah pendidikan!!!
pendidikan adalah sebuah gambaran bagaimana seseorang mendapatkan,membagikan serta mengembangkan ilmu yang ia terima dan punya kepada sesama, serta memajukan negaranya sendiri. bukan egois untuk dirinya saja tapi mau saling berbagi dengan sesamanya.

SD A yang saya datang ini terdiri dari 3 SD, namun mereka menyebut SD A atau bisa di katakan dengan istilah Merger..tapi bisa di bayangkan bukan perusahan saja yang Merger, tapi SD juga bisa..#gelengkepala

selain masalah guru dan juga fasilitas sekolah, adalagi yang perlu di acungin jempol yaitu tingkat kesabaran... tau kenapa??karena adik-adik yang di ajari bukan sebaik yang kita-kita bayangkan, mereka bukan adik-adik yang minat belajarnya terlalu tinggi atau bisa dikatakan menggebu-gebu. mereka harus di marahin dan itu juga harus menggunakan penekanan. Apa boleh buat terkadang dengan menarik nafas aku  bisa melampiaskan emosiku.


20712
adalah hari dimana aku mengajar SD B, terdiri dari satu sekolah sama dengan sekolah-sekolah lain..#no merger#
kelas yang pertama aku ajar adalah kelas 5 SD,awalnya masih sabar ,mereka gak mau di ajari ia udah..aku mengajari yang mau-mau aja..begitu pula dengan teman seteamku..setelah beberapa menit(45mnt),kita menunggu giliran untuk mengajar kelas 6...sambil menunggu, kita bercengkrama dengan teman seteamku(8org)dan beberapa anggota panitia...
and then ~that is show time~
kami berdelapan pun masuk kelas 6 tersebut,kamu tau anak yang di hadapi adalah anak-anak yang super bandel, mau cowok atau pun cewek berontak sekali.. sampai kami berdelapan pun tidak bisa di mengatur,,melihat teman-temanku kewalahan, serta tidak di hargai "adik-adik menaiki meja" membuat saya kesal dan marah...
awalnya kita buat sambil bermain tapi tetap aja bebal, apa boleh buat hal yang aku lakukan adalah:"Pada mau game  gak!!!" dengan nada yang cukup tinggi dan aku pun mendatangi salah satu propokator kelas tersebut. syukurnya mereka langsung bubar dan mau belajar.
teamku sontak menegurku,dan jangan emosi.
Paling tidak sedikit bisa mengajar dan diperhatikan oleh adik-adik tersebut.

emosiku masih tak terkontrol rasanya pengen banget mukul,tapi mereka anak orang, dan jika aku pukul akan berakibat fatal.

karena kelas sudah sedikit tenang,aku pun mendatangi adik-adik tersebut(berbicara face to face),dan mencoba untuk menanyakan cita-cita mereka, dampak mereka seperti ini,hingga memberi sedikit nasehat,paling tidak hargailah teteh,akang yang ada didepan serta teman-teman yang ingin belajar, tak lupa pula aku meminta maaf karena telah memarahi mereka.

setauku, dulu SD saya tidak bandel seperti itu,masih mau menghargai orag yang didepan "takut dengan orang yang lebih tua" tapi rasanya makin kesini kenapa orang-orang makin terlihat tidak menghargai orang yang lebih tua ia?? dimana yang salah??etikanya kemana??apa harus ada sanksi?hukuman?serta amarah baru bisa menghargai orang lain terutama orang yang lebih tua?? 
inilah hidup jika kamu menanam yang baik maka hasilnya juga akan baik teman,pilihan hanya ada di kamu...


Rabu, 19 September 2012

BONSAI TELO

Bonsai Telo

Tanaman yang satu ini merupakan salah satu sumber makanan pengganti beras. Yups, masyarakat Indonesia mengenalnya dengan nama ubi (Ipomoea batatas L.) atau telo (bahasa Jawa). Telo ini merupakan akar yang menggelembung dimana di dalamnya terkandung cadangan makanan yang digunakan untuk menutrisi batangnya.


Selain sebagai bahan makanan, telo ternyata dapat dijadikan sebagai bonsai yang memiliki nilai estetik tinggi. Tak kalah dengan tanaman hias pada umumnya, bonsai telo ternyata menarik banyak perhatian orang yang melihatnya.


Sejarah  terbentuknya Bonsai Telo
Pembuatan Bonsai Telo ini merupakan hal yang tidak disengaja. Saat itu, kakak ipar saya membawa banyak telo dari rumahnya dan ukurannya cukup besar. Karena terlalu banyak , akhirnya telo tersebut ada yang tidak langsung diolah dan tumbuhlah tunas-tunas kecil di salah satu ujung telo. Makin lama tunas tersebut makin banyak dan membesar.


Saat melihat telo tersebut, terbersit pikiran untuk membuat telo tersebut sebagai hiasan di dalam rumah. Dengan dukungan orang tua,akhirnya Bonsai Telo tersebut tercipta. Tanpa disengaja, dirumah terdapat pot bonsai yang sudah tidak terpakai. Seperti yang Anda pikirkan, akhirnya pot tersebut saya isi dengan pasir dan batu-batu kecil kemudian bonsai telo diletakkan diatasnya. Hingga saat ini Bonsai Telo tersebut terus tumbuh besar dan sudah memiliki banyak batang dan daun. Untuk merapikan agar tetap terlihat bagus, batang yang sudah menjalar dipotong.

Tips
Untuk Anda yang ingin membuat bonsai telo ini: 
1. Siapkan telo yang memiliki bentuk unik dan cukup besar
2. Letakkan telo tersebut di tempat yang cukup lembab(misalnya di
   kamar mandi).
3. Tunggu beberapa hari hingga tunasnya tumbuh.
4. Jika tunas sudah mulai tumbuh, siapkan tempat untuk meletakkan
   telo.
5. Isi pot dengan pasir dan batu-batu kecil.
6. Letakkan telo yang sudah tumbuh tunas di atas batu.